Friday, 25 April 2014

Kangen Si Tembok Cina

Pertengahan Juni 2014

Senja di Tembok Cina..





Aghhhhhh..kapan ya bisa ke sana lagi?
Kabut tipis yang mulai turun menyambut saya, ketika terpana oleh pesona Si Tembok Cina. Tembok yang dulu saya pelajari sejarahnya di bangku sekolah lengkap dengan segala kebesarannya, ternyata bisa saya datangi, saya pandangi dan saya kagumi..langsung.

Saking semangatnya saya sampai tidak sadar kalau ada janin usia 6 minggu dalam kandungan saya yang harus saya jaga. Ratusan anak tangga yang saya naiki seakan semakin membawa daya magis yang melarang saya untuk berhenti. Seakan sy menapaki sejarah masa lalu yang ingin saya rasakan di masa kini.

Ah..saya tidak mau bercerita soal sejarah tembok ini..karena saya tahu, hampir semua orang sudah mempelajarinya
Saya hanya ingin mengenang suara  raung jerit kereta ( yang akan menyeberang menuju Rusia) menembus kabut di bukit-bukit indah yang di lingkari Si Tembok Cina

Mungkinkah suatu saat saya bisa ke sana lagi?

Ulang Tahun di Hari Kartini


Hari Kartini berarti hari ulang tahun Ken. Dan tahun ini..mungkin karena sudah "besar", ia menolak ulang tahun di rayakan di sekolahan..kebetulan saya jadi tidak repot mengurus goodie bag (heheheh).
Ken hanya minta di belikan kue dan tiup lilin di rumah dan syaratnya tidak ada nyanyian selamat ulang tahun, hanya cukup dengan tiup lilin dan doa.... Duh......sy jadi terharu.

Maka..di hari ulang tahunnya...hanyalah ada acara potong kue sederhana..berdua.

Meski sederhana bukan berarti kami tidak happy loh...

Semoga selalu sehat dan bahagia ya Nak



Si Hijau dari Superindo


Hal sederhana yang saya bisa lakukan untuk bumi lebih baik,salah satunya adalah membawa tas sendiri saat belanja, sehingga meminimalkan pemakaian kantong plastik. Meski saat ini hampir semua supermarket dan minimarket sudah menggunakan kantong plastik ramah lingkungan yang bisa terurai, tapi  zero plastik menurut saya lebih baik.

Nah..salah satu tas go green favorite saya adalah yang dikeluarkan oleh Superindo Supermarket. Tasnya lebih besar dibandingkan tas go green yang dikeluarkan supermarket lain, sehingga muat lebih banyak barang, juga harganya super murah di bawah  Rp. 10.000.
Soooo..kemana-mana tas hijau Si Superindo ini saya bawa...

Ayo yang go green..yang go green..tenteng tas-nya..dan yuk bikin gerakan sehari tanpa kantong plastik..

dinomarket.com.... i love it

Awalnya saya tidak terlalu percaya dengan belanja online. Selain takut ditipu saya juga malas menunggu. Saya khawatir barang rusak dalam pengiriman dan juga lamanya jangka waktu barang bisa sampai di rumah. Suami juga sering mengingatkan jangan pernah belanja barang eletronik di online shop, karena bisa saja barang yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan.
Tapi dengan dinomarket.com, entah kenapa saya percaya saja. Ini bermula ketika anak sy merengek meminta blender, dan kebetulan sy google ada hand blender di jual di dinomarket.com,sedang diskon super murah (saya cari perbandingan dengan di online shop lain). Maka, tanpa pikir panjang saya memutuskan membeli..tinggal klik, tranfers..konfirmasi..hari berikutnya blender sudah diantar ke rumah.

Yang kedua saya melihat promo camera minidv via email promosi yang rutin dinomarket kirim ke akun saya. Barangpun cepat saya terima.

Yang ketiga kalinya sy tertarik dengan promo Samsung Galaxy Tab 3 Lite & inchi yang super murah harganya di bawah 1 juta. Padahal di online shop lain harganya masih diatas 2 juta. Maka sy pun tergoda untuk klik pemesanan. Dan...eng ing eng.. datanglah barang yang di pesan dengan sempurna

dinomarket.com menurut saya sangat profesional. Mereka memiliki customer service yang sangat membantu.Saya kagum dengan layanan mereka.

Sejak mengenal online shop dinomarket.com...saya tak khawatir lagi belanja di dunia maya.
Just klik....u get what u want

Thursday, 24 April 2014

Sup Cream...horayyyyy

Ken susah sekali sarapan, selain karena memang dia picky eater, di pagi hari Ken susah sekali bangun cepat,sehingga waktu untuk sarapan sangat sempit, sementara Ken suka sekali bermalas-malas dan sangat lambat saat makan.
Setiap pagi saya harus berjuang sedemikian rupa untuk membujuknya sarapan, meski pada akhirnya lebih sering hanya berhasil memberi Ken segelas susu (lumayan daripada perutnya kosong)
Hingga minggu kemarin sy mencoba memberinya sup cream...aihhhh ternyata Ken sangat suka,,,bahkan gurihnya sup cream lah yang membuat Ken semangat bangun pagi dan sarapan.
Supnya tiap pagi sy bikin dengan isi beragam, wortel, brokoli, tahu jepang, telur puyuh...

Rasanya legaaa sekali. Sekarang Ken berangkat sekolah lebih ceria karena perutnya penuh terisi sup cream bergizi
Berikut saya share resepnya :

Bahan:
Sepotong Wortel (parut dengan menggunakan parutan keju)
Brokoli (1 kuntum)
Dua potong Tahu Jepang/tahu putih (hancurkan)
40 gram margarin (cairkan)
125 gram tepung terigu
750ml susu
40 gram keju (lebih banyak lebih baik, makin gurih)

Cara membuat :
Cairkan mentega, tambahkan tepung, aduk
Masukan  susu sedikit demi sedikit
Tambahkan keju
Masukan tahu, brokoli dan wortel, masak 5 menit, angkat

Sup cream lezat bergizipun siap. Gurih tanpa bumbu apapun..
Isi sup bisa diganti setiap hari bun..misal diisi ayam, ikan datau daging giling..yang penting setiap hari bervariasi sehingga cukup gizi dan juga tidak membosankan.

Selamat mencoba bun

Tuesday, 3 December 2013

Pijatan Tiga Menit Itu,.....Ternyata?



Dua bulan terakhir Ken punya kebiasaan baru, jika tidur ia ingin semua lampu di rumah dimatikan tanpa kecuali ( lampu ruang tamu, ruang dapur, bahkan lampu teras) . Televisi yang sebelumnya harus selalu menyala untuk mengantarnya tidur juga harus di matikan. Suasana harus benar-benar gelap, senyap. Setelah suasana gelap ia akan mengumpulkan semua bantal-bantal dan disusun dengan rapi mengelilingi tubuhnya. Lalu ia meminta saya dan Bapaknya ngobrol berdua, dan dialah pendengarnya. Alhasil..kadang kita bingung tema obrolan apa yang harus kita bawakan yang cocok untuk usianya. Kadang kami ngobrol soal pohon pepaya di belakang rumah, tanaman di pot teras depan, cat rumah, burung di pohon rambutan di samping rumah..pokoknya apa saja yang penting ngobrol.
Nah..sambil mendengarkan obrolan kami itulah...Ken akan tertidur.

Pernah kami menawarkan bagaimana kalau Ibu atau Bapak mendongeng? Tawaran itu di tolak mentah-mentah. Nggak seru....itu alasannya.

Hingga kemarin malam...ketika lampu sudah gelap..dan saya juga Bapaknya sudah sepakat akan bercerita tentang kucing yang siang tadi jatuh dari plafon ..tiba-tiba Ken bangun.
Ia menawarkan untuk memijat kaki saya. Aha..aha...tawaran langka inipun segera sy terima dengan gegap gempita.

Lampu pun kembali di nyalakan. Ken pun mulai memijat.
Olala...indahnya dunia. 
Wuih...tangannya biarpun mungil tapi buat mijit super nyaman.
Berlagak ala pemijat profesional Ken mengurut kaki saya dengan tekun. Sesekali ia meminta saya untuk bertahak, sebagai pertanda angin keluar dan saya akan sehat.
Tiga menit berlalu, Ken tertawa girang jika saya bertahak.
Tapi dimenit ke empat pijatannya berhenti. Ia menatap saya dengan penuh harapan laluberkata " Bu...besok pagi kita ke Alfa ya....belikan Ken KinderJoy.."

Mata saya yang sudah mengantuk..terbelalak...Owalah jadi ini motif di balik pijatan tiga menit ini...
Haduh....pikiran sy melayang pada jajanan super mahal itu, jajanan yang sebutirnya bisa buat beli 1 kg beras.
Saya hanya bisa mengangguk. Lalu bengong melihat  Ken mematikan lampu dan menjatuhkan diri ke tumpukan bantal dan berkata
"Selamat malam ..Ibu"
Padahal....biasanya dia tak pernah mengucapkan selamat malam...

Saturday, 19 October 2013

IBU..AKU MENJADI LEADER !

Artikel ini dibuat untuk Lomba Penulisan Blog "Peran Ibu Untuk Pemimpin Kecil" #LombaBlogNUB 

Anak saya Ken (6 tahun) awalnya anak  pemalu. Ketika berada dilingkungan teman sebayanya Ia lebih suka bermain sendiri. Saya bertanya-tanya, lantas instropeksi diri...Apakah saya salah dalam menerapkan pola asuh? 

Sayapun segera berbenah..tentunya harus mulai dari diri sendiri, karena saya percaya, saya adalah yang seharusnya menjadi contoh utama untuk Ken. Sayapun mulai melihat bagaimana pola pergaulan saya di rumah sebagai lingkup lingkungan utama. Saya memang cenderung tidak banyak bergaul dengan tetangga sekitar. Saya hanya menyapa tetangga sewajarnya,dan jarang meluangkan awaktu untuk sekedar ngobrol dengan tetangga. Hal tersebut tidak saya lakukan karena memang sy bekerja shift sore hingga tengah malam, jadi sy pikir lebih baik sy manfaatkan waktu luang untuk beristirahat.

Dan demi Ken, saya harus mengubah pola pergaulan saya. Meskipun hanya 5-10 menit , saya ajak Ken bergaul dengan tetangga, saya libatkan Ken dalam obrolan ringan, meskipun awalnya malu-malu dan enggan menjawab pertanyaan yang diajukan tetangga, akhirnya sedikit demi sedikit Ken mau terbuka. Meskipun hanya singkat, namun Ken mau menjawab. 

Lalu, agenda menonton tv saya kurangi, saya lebih banyak luangkan waktu untuk berbincang berdua, saya tanyakan dengan singkat apa kegiatan si kecil, melibatkan siapa,dan bagaimana perasaan si kecil. Obrolan saya dengan Ken, awalnya hanya satu arah. Saya yang lebih banyak berbicara, atau bertanya tanpa mendapat jawaban...tapi saya bertekad tidak putus asa. Perlahan tapi pasti.. berhasil...Ken mulai mau membalas mengajukan pertanyaan, awalnya hanya satu dua pertanyaan, tapi dibulan ketiga sayalah yang kemudian kewalah menjawab segala jenis pertanyaan dari Ken. 

Sayapun mulai sering membawa Ken ke tempat ramai, seperti arena bermain, baik di taman maupun play ground di mall. Permulaan, sungguh sulit membuat si kecil mau bermain, ia nampak takut dan tidak menikmati keramaian, apalagi jika bertemu dengan teman sebayanya yang ingin dominan menguasai permainan, Ken nampak sangat tertekanTapi saya tidak akan berhenti, saya ubah taktik dengan datang ke tempat bermain di waktu yang tidak terlalu ramai. Berhasil, Ken perlahan mau mencoba beberapa arena permainan walaupun masih takut-takut. Hingga suatu saat,kejaiban itu terjadi...dari kejauhan sy melihat Ken berbicang dengan salah satu anak di play ground, ia terlihat menyapa lebih dahulu, lalu berbincang pendek, dan mulai berkejar-kejaran dengan riang... Oh Tuhan...air mata saya mengalir tanpa terasa...Bagi saya ini adalah momen yang luar biasa indah..momen yang tidak akan saya tukar dengan apapun.Momen keberhasilan untuk Ken dan saya . 
Bagi orang tua lain, melihat anaknya bisa berbicang atau berteman, mungkin hal biasa..tapi bagi saya, bagi Ken, itu adalah kemajuan luar biasa yang harus sy rayakan. Sejak saat itu..seperti ada "pintu terbuka"bagi Ken,..ia berubah menjadi anak yang terbuka, bergaul dengan baik dan bahkan bisa memimpin. 

Disekolah, ketika ia di tunjuk sebagai Leader di kelas...ia pun dengan bangga mengatakan " Bu, hari ini Ken menjadi Leader..." Adakah yang membahagiakan saya lebih dari ini? saya pikir tidak.