Friday, 25 April 2014

Qatar : Maaf..,,Kami Sangat Kaya




Datang ke sini seperti ke dunia dongeng tanpa cerita sedih...everybody happy. Walau di kepung gurun..kota ini bersih dan indah. Saking banyaknya minyak di "perut" Qatar dan saking sedikitnya yang harus di beri "makan"..maka tak heran negara ini super makmur..negara terkaya di dunia. Penduduknya  hanya dua jutaan..Duh enak banget ya pemerintahnya hanya ngurus "segelintir" orang...Dua juta hanya sepersekian penduduk Jakarta.
Dan dari dua juta penduduknya hanya 20 % orang Qatar asli..sisanya..pendatang.
Qatar ibarat parade gedung dengan arsitektur yang cantik. Seperti ruang pamer para insinyur bangunan unjuk kebolehan.
Mau tau bagaimana Mall di Qatar..jangan harap ada hiruk pikuk pengunjung. Mall di sana sangat lengang, yang tampak hanyalah pelayan toko yang termangu-mangu menunggu pembeli atau pura-pura berbenah agar tidak terlihat nganggur. Mungkin karena saking sedikitnya penduduk, sehingga acara jalan-jalan ke Mall warga sana tidak menimbulkan hiruk pikuk. Sepi tapi sekali ada pembeli, bisa membelanjalan ratusan juta. Kenapa? Karena di sana tidak ada orang miskin.

Qatar juga ibarat ruang pamer kapal pesiar. Sepanjang pelabuhan berderet perahu-perahu mewah..dan yang pasti di lautnya tak ada sepotongpun sampah. Dan di negara ini juga tidak ada tempat hiburan malam loh. Kalau menurut saya mereka tidak kekurangan suatu apa, materi berlimpah, dan kenapa mesti menghibur diri ditempat hiburan malam? Mereka bukan orang menderita..jadi buat apa di hibur...hehehe iya kan?






Di Qatar saya memang hanya sekitar 4 jam saja..dan cukup untuk membuka mata dan telinga saya seakan ia berkata : Maaf...kami sangat kaya...apakah anda keberatan?






Susu Unta Vs Urin Unta





Susu unta? Saya pernah mendengar sekilas cerita tentang khasiatnya melalui kisah Nabi Muhammad. Susu yang dipercaya bisa membuat badan sehat dan mampu melawan beragam penyakit.
Tapi saya tidak pernah membayangkan atau menginginkan untuk meminumnya.

Rupanya, nasib berkata lain. Di pekan terakhir Maret 2014, saya berkesempatan datang ke peternakan unta di Mekah dan meminum susu Unta segar yang baru di perah dari induk Unta yang cantik.
Aih....berhubung dipeternakan Unta itu "aroma" unta sangat tajam, saya sempat berniat membatalkan meminum susunya. Tapi berhubung kapan lagi bisa, maka saya berniat mendinginkan dahulu susunya di hotel agar saya lebih " mampu" menelannya.

Dan ternyata buih busa susu unta dipercaya bisa membuat wajah menjadi halus, lembab dan kenyal, juga menghilangkan jerawat (meski wajah saya tidak berjerawat) langsung deh ..buih yang diberikan gratis itu saya tempel-tempel di wajah seperti menggunakan pelembab. Hasilnya..memang betul..kulit menjadi kenyal..lembut ternutrisi....aihhhhhh.

Dan.....kembali ke soal susu unta, baru esok harinya setelah susu super dingin saya  berani meminummya. Hmmmm...ternyata susu unta bener-bener bau unta (mungkin cuma sugesti saya ya), rasanya amis. Saya kurang menyukainya. Hanya karena mengingat khasiatnya yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh maka saya dengan suka rela menenggak habis satu botol ukuran kecil. Saya berharap susu ini bisa menangkal saya dari flu.

Selain kisah susu unta..saya sangat mengagumi daya tahan para penggembala unta. Mereka sebagian besar berkulit hitam berasal dari negara-negara Maghribi. Untuk menggembala unta mereka harus tahan segala cuaca dan hidup ibarat "menggelandang" . Tapi aihhh,,mereka tetap bisa tersenyum ramah kepada kami.

Ngomong-ngomong...minum susu unta saja saya butuh mengumpulkan keberanian sehari semalam..apalagi jika saya harus minum kencing unta? What? 
Iya ,...bener...dan air kencing unta itu sangat mahal, satu botol ukuran kecil kurang lebih 500ml saja seharga Rp.90.000. Bandingkan dengan susu unta dengan ukuran yang hampir sama hanya seharga Rp.15.000
Dan konon..air kencing unta ini lebih dasyat lagi dalam melawan penyakit....

Tapi sungguh saya terenyuh ketika melihat air kencing ini, akhirnya, dibeli hanya untuk merana di bandara Jeddah (karena tidak diperbolehkan membawa cairan diatas 100ml di dalam kabin pesawat). Pemiliknya, teman saya, Bunda Irma lupa memasukannya ke bagasi.
Olala






Kangen Si Tembok Cina

Pertengahan Juni 2014

Senja di Tembok Cina..





Aghhhhhh..kapan ya bisa ke sana lagi?
Kabut tipis yang mulai turun menyambut saya, ketika terpana oleh pesona Si Tembok Cina. Tembok yang dulu saya pelajari sejarahnya di bangku sekolah lengkap dengan segala kebesarannya, ternyata bisa saya datangi, saya pandangi dan saya kagumi..langsung.

Saking semangatnya saya sampai tidak sadar kalau ada janin usia 6 minggu dalam kandungan saya yang harus saya jaga. Ratusan anak tangga yang saya naiki seakan semakin membawa daya magis yang melarang saya untuk berhenti. Seakan sy menapaki sejarah masa lalu yang ingin saya rasakan di masa kini.

Ah..saya tidak mau bercerita soal sejarah tembok ini..karena saya tahu, hampir semua orang sudah mempelajarinya
Saya hanya ingin mengenang suara  raung jerit kereta ( yang akan menyeberang menuju Rusia) menembus kabut di bukit-bukit indah yang di lingkari Si Tembok Cina

Mungkinkah suatu saat saya bisa ke sana lagi?

Ulang Tahun di Hari Kartini


Hari Kartini berarti hari ulang tahun Ken. Dan tahun ini..mungkin karena sudah "besar", ia menolak ulang tahun di rayakan di sekolahan..kebetulan saya jadi tidak repot mengurus goodie bag (heheheh).
Ken hanya minta di belikan kue dan tiup lilin di rumah dan syaratnya tidak ada nyanyian selamat ulang tahun, hanya cukup dengan tiup lilin dan doa.... Duh......sy jadi terharu.

Maka..di hari ulang tahunnya...hanyalah ada acara potong kue sederhana..berdua.

Meski sederhana bukan berarti kami tidak happy loh...

Semoga selalu sehat dan bahagia ya Nak



Si Hijau dari Superindo


Hal sederhana yang saya bisa lakukan untuk bumi lebih baik,salah satunya adalah membawa tas sendiri saat belanja, sehingga meminimalkan pemakaian kantong plastik. Meski saat ini hampir semua supermarket dan minimarket sudah menggunakan kantong plastik ramah lingkungan yang bisa terurai, tapi  zero plastik menurut saya lebih baik.

Nah..salah satu tas go green favorite saya adalah yang dikeluarkan oleh Superindo Supermarket. Tasnya lebih besar dibandingkan tas go green yang dikeluarkan supermarket lain, sehingga muat lebih banyak barang, juga harganya super murah di bawah  Rp. 10.000.
Soooo..kemana-mana tas hijau Si Superindo ini saya bawa...

Ayo yang go green..yang go green..tenteng tas-nya..dan yuk bikin gerakan sehari tanpa kantong plastik..

dinomarket.com.... i love it

Awalnya saya tidak terlalu percaya dengan belanja online. Selain takut ditipu saya juga malas menunggu. Saya khawatir barang rusak dalam pengiriman dan juga lamanya jangka waktu barang bisa sampai di rumah. Suami juga sering mengingatkan jangan pernah belanja barang eletronik di online shop, karena bisa saja barang yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan.
Tapi dengan dinomarket.com, entah kenapa saya percaya saja. Ini bermula ketika anak sy merengek meminta blender, dan kebetulan sy google ada hand blender di jual di dinomarket.com,sedang diskon super murah (saya cari perbandingan dengan di online shop lain). Maka, tanpa pikir panjang saya memutuskan membeli..tinggal klik, tranfers..konfirmasi..hari berikutnya blender sudah diantar ke rumah.

Yang kedua saya melihat promo camera minidv via email promosi yang rutin dinomarket kirim ke akun saya. Barangpun cepat saya terima.

Yang ketiga kalinya sy tertarik dengan promo Samsung Galaxy Tab 3 Lite & inchi yang super murah harganya di bawah 1 juta. Padahal di online shop lain harganya masih diatas 2 juta. Maka sy pun tergoda untuk klik pemesanan. Dan...eng ing eng.. datanglah barang yang di pesan dengan sempurna

dinomarket.com menurut saya sangat profesional. Mereka memiliki customer service yang sangat membantu.Saya kagum dengan layanan mereka.

Sejak mengenal online shop dinomarket.com...saya tak khawatir lagi belanja di dunia maya.
Just klik....u get what u want

Thursday, 24 April 2014

Sup Cream...horayyyyy

Ken susah sekali sarapan, selain karena memang dia picky eater, di pagi hari Ken susah sekali bangun cepat,sehingga waktu untuk sarapan sangat sempit, sementara Ken suka sekali bermalas-malas dan sangat lambat saat makan.
Setiap pagi saya harus berjuang sedemikian rupa untuk membujuknya sarapan, meski pada akhirnya lebih sering hanya berhasil memberi Ken segelas susu (lumayan daripada perutnya kosong)
Hingga minggu kemarin sy mencoba memberinya sup cream...aihhhh ternyata Ken sangat suka,,,bahkan gurihnya sup cream lah yang membuat Ken semangat bangun pagi dan sarapan.
Supnya tiap pagi sy bikin dengan isi beragam, wortel, brokoli, tahu jepang, telur puyuh...

Rasanya legaaa sekali. Sekarang Ken berangkat sekolah lebih ceria karena perutnya penuh terisi sup cream bergizi
Berikut saya share resepnya :

Bahan:
Sepotong Wortel (parut dengan menggunakan parutan keju)
Brokoli (1 kuntum)
Dua potong Tahu Jepang/tahu putih (hancurkan)
40 gram margarin (cairkan)
125 gram tepung terigu
750ml susu
40 gram keju (lebih banyak lebih baik, makin gurih)

Cara membuat :
Cairkan mentega, tambahkan tepung, aduk
Masukan  susu sedikit demi sedikit
Tambahkan keju
Masukan tahu, brokoli dan wortel, masak 5 menit, angkat

Sup cream lezat bergizipun siap. Gurih tanpa bumbu apapun..
Isi sup bisa diganti setiap hari bun..misal diisi ayam, ikan datau daging giling..yang penting setiap hari bervariasi sehingga cukup gizi dan juga tidak membosankan.

Selamat mencoba bun