Thursday, 29 March 2018

Rose Collection, Ketika Keharuman Di Alam Dikumpulkan Untuk Menyempurnakan Penampilanmu




Bisakah kita hidup tanpa parfum? Sulit.

Kini parfum sudah menjadi penting dan bagian dari gaya hidup. Parfum tidak hanya menciptakan mood dan kepercayaan diri pemakainya, tapi juga memberi kenyamanan dan menyenangkan bagi orang lain  yang turut mencium harumnya. 

Bayangkan betapa terganggunya orang di sekililing kita jika aroma kurang sedap tercium dari badan kita.

Tak peduli berapapun mahalnya barang-barang yang kita pakai, betapa rapinya penampilan kita, tapi ketika bau badan muncul...semua akan percuma.

Jadi siapa bilang parfum bukan lagi kebutuhan utama? 

Masih malas pakai parfum? Alasan harga parfum mahal?

Ada loh parfum dengan harga terjangkau, aroma harum menyenangkan dan dikemas dalam botol kaca unik.
Coba deh parfum dari Rose Collection Indonesia.
Pilihan aromanya beragam, silahkan pilih sesuai selera dan karakter kamu. 
Harganya terjangkau, dalam kisaran Rp 70.000 - Rp 100.000/botol.

Coba deh Diamond Collection, aromanya berasal dari bunga Delima, jeruk dan bunga-bunga hutan yang diselubungi musk, kayu aromatik, melambangkan keanggunan klasik.



Kalau saya paling suka dengan Florid Collection, kombinasi dari buah bergamot, truffle putih, bunga jeruk, melati, sedap malam, strawberry liar dan kayu aras yang memberi efek elegan, juga ada aroma vanilla dan amber yang manis dan sensual.

Buruan cek ya koleksi lain  di : http://www.rose-anggrek.com atau ke IG @rose.ci2017

Selain aromanya juara, saya sukaaaa sekali dengan bentuk botolnya yang cantik dan unik.

Untuk Pemesanan bisa via WA di 0812- 9465- 6101 atau ke 021 59450522. Email : info@rose anggrek.com

Terbuka juga loh untuk kamu yang mau menjad reseller.

Kantor Rose Collection Indo ada di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja Blok F 24, Tangerang, Banten 15610


Yuk...nikmati harumnya...



Tuesday, 30 January 2018

1460 Hari Untuk Kinan


Hai kinan
Empat tahun usiamu hari ini. 
Dan Ibu terasa dilempar ke hari kamu hadir di dunia, 30 Januari 2014.


Kamu memilih meninggalkan hangatnya rahim, dari robekan  di dinding perut Ibu. 
Tak masalah. Yang penting kamu lahir dengan sehat selamat.


Lahirmu atas permintaan kakakmu, yang bertanya kenapa teman-temannya punya adik tapi dia tidak. Jadi kelak..saat kami orang tuamu sudah tak ada, tetaplah menjadi adik yang baik bagi kakakmu. Salinglah menjaga. 

Kinan. 
Di hidupmu yang belum sampai 1500 hari, ibu menghitung, ternyata belum banyak yang ibu lakukan untukmu.
Maaf ya jika Ibu banyak kekurangan.

Maaf atas ketidak mampuan Ibu mencegah gigimu patah.  Maaf  atas  hukum 3 menit di pojok ruangan (saat kamu tantrum). Maaf atas semua kata- kata "jangan". Dan maaf atas sepeda patah yang belum bisa Ibu ganti. 

Kelak jika kamu dewasa dan membaca tulisan ini, semoga kamu bisa memaklumi.

Percayalah..Ibu berikan yang terbaik disetiap detik hidupmu...semampu Ibu.

I love u Kin...
Happy Birthday...serangga kecil Ibu.....


Sunday, 14 January 2018

Apakah Anaku Hebat?




Di Instagram bertebaran foto-foto balita dengan gaya yang menggemaskan. Mereka terlihat pintar, hebat..sempurna. Ada yang sudah hafal ini itu, bisa menyanyi ini itu, bisa baca sejak bayi dan jago makan sendiri.

Saya yang masih memiliki anak balita (Kinan, usia 3 tahun), secara sadar, setengah sadar, tak sadar plus tak sadarkan diri, mulai membandingkan.
Eh kok anak saya nggak mau difoto ya..nggak kaya anaknya Si Anu..pinter gaya, padahal umurnya baru 600 hari. Eh itu anak udah pinter makan sendiri ya. Anak saya  masih sering minta disuapin. Eh itu anak gemuk ginuk-ginuk ya. Nggak kaya anak saya kurus kering. Eh itu anak giginya bagus banget ya.. sementara gigi depan anak saya patah dua karena jatuh. Ish..ish. itu anak anteng banget ya..dibawa kemana-mana enggak rewel. Nurut aja. Kok itu anak nggak pernah tantrum ya..sementara anak saya di rumah, setiap lima menit menangis mengamuk dan teriak 9 oktaf hanya karena tidak menemukan mainan kesukaannya, karena YouTube buffering, karena lego susah dibongkar dll.

Semua perbandingan itu berputar di kepala saya bagaikan kipas angin diudara panas..muter kenceng tapi tidak bawa adem.....

Lalu saya harus bagaimana? Merasa saya ibu paling buruk dan gagal?
Iya.

Tapi kemudian, saya teringat kapan Kinan bisa berjalan. Ya..Kinan berjalan usia 11 bulan. Sementara anak (yang di medsos terlihat sangat hebat) itu, sudah setahun belum berjalan. Kinan sudah memiliki 5 gigi diusia 5 bulan, sementara anak yang saya lihat dimedsos itu baru setahun numbuh dua gigi.
Sayapun teringat Kinan yang tanpa saya ajarkan sudah bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Kinan mengenali aneka hewan dan serangga melebihi saya. Kinan bisa menyanyikan puluhan lagu anak yang saya tak bisa.

Pada Kinan saya belajar nama- nama aneka jenis kupu-kupu dan aneka jenis serangga lainnya. Pada Kinan saya belajar aneka jenis alat berat, dan juga aneka lagu anak berbahasa Inggris.
Kinan pun selalu menggunakan 3 kalimat hebat...tolong, maaf dan terimakasih tepat sesuai peruntukannya.

Jadi..kenapa saya harus merasa anak lain lebih hebat?

Okelah Kinan kurus. Ia tidak montok menggemaskan seperti anak-anak  lain. Tapi syukurlah sejak usia 1 tahun Kinan jarang sakit (paling ia demam dan flu yang bisa pulih dengan cepat). Ia pun memiliki motorik kasar yang lebih baik dibanding kakaknya.

Lalu kenapa saya merasa anak orang lain lebih hebat?
Kejam sekali....
Ibu macam apa saya ini?


Dan tadi (sebelum saya ke kantor) Kinan mengantar saya ke depan pintu sambil berkata.."Ibu cari uang dulu kan yaaaa? "
Saya menjawab : "Iya sayang. Doakan pekerjaan Ibu lancar yaaa.."

Lalu Kinan pun memeluk saya sambil berkata "I love you Ibu"

Hmm....Kinannnnn..

Kamu anak hebat..!!!

Tanpa harus mejeng setiap jam di Instagram, kamu tak kalah dengan balita di akun Instagram manapun !

Jadi ..untuk semua ibu di luar sana stop "terintimidasi" dengan foto dan video anak di Instagram, stop  bandingkan anak ibu dengan yang anak  lain.

Anak Ibu pasti hebat...!!!!






Tuesday, 26 December 2017

Sweety, Lucky dan Berry

Saya memelihara 8 kucing kampung. Tapi kali ini saya akan cerita 3 kucing saja.
Kenapa? Karena tiga kucing ini pernah raib selama 7- 24 jam, lalu tiba-tiba kembali satu persatu dengan cara yang unik.
Saya beri nama 3 kucing ini : Berry (berekor pendek, warna abu-abu dan putih), Sweety (berekor agak panjang, warna abu-abu dan putih) dan Lucky (warna abu-abu beekor panjang).
Saat hilang ketiganya masih berusia 1,5 bulan, baru belajar makan, dan penakut.
Saya juga heran kenapa mereka bisa hilang, karena untuk pergi jauh atas kemauan mereka sendiri rasanya mustahil. 
Mereka belum berani keluar dari rumah kotak mereka dengan jarak lebih dari 3 meter.
Jadi....mereka hilang  membuat saya menduga ada yang sengaja "menculik"mereka atau lebih kasarnya lagi...menghilangkan dengan paksa.

Baiklah..apapun itu, saya berduka. Saya menangis sesenggukan di bawah pohon Alpukat dimana biasanya mereka bermain.
Terbayang mereka kedinginan, lapar dan bingung.
Sementara Sang Induk juga melolong-lolong mencari ke tiga anaknya.
Dengan hati patah, saya mencari ke sana kemari. Semakin sedih ketika Kinan berdiri di dekat kotak kucing sambil bertanya..."Ibu..mana Hello Kitty-nya? "
Dalam hati saya berdoa.. jika memang harus hilang semoga dirawat oleh siapapun yang menemukan. 

Tapi menjelang tengah hari, kejaiban pertama datang.
Ken tiba-tiba berteriak " Ibu...ada suara kucing di depan pintu..."
Dan ketika pintu saya buka...olalala,saya melompat gembira. Sweety berada di depan pintu, mengeong lemah dan berbulu kotor. Ia terlihat sangat lapar dan lelah.
Saya peluk Sweety dengan tawa dan tangis. 

Lalu menjelang sore, saya berangkat ke Kantor. Mata saya jelalatan mencari Berry dan Lucky.

Sesampainya di teras tetangga sebelah,sekitar 10 langkah dari pintu rumah, saya mendengar suara kucing meminta tolong. Darimana asalnya? Saya kebingungan, tengak tengok dengan panik dan berharap itu adalah suara Berry atau Lucky.
Dan yuhuuuuuu..... Saya menemukan Lucky sembunyi di samping pot tanaman, di halaman tetangga.
Yeahhhhh.... dua kucing ditemukan. Hati saya berbunga-bunga. 
Lucky yang gemetar, dingin dan lapar pulang ke rumah.

Lalu sepanjang sisa sore hingga malam, hari saya terbelah...antara senang karena dua kucing saya sudah kembali dan sedih karena Berry masih belum ditemukan.

Hingga kemudian tengah malam tiba. waktunya saya pulang. Sepanjang jalan saya memanggil nama Berry
Hasilnya nihil.
Sampai di rumah, saya pun curhat ke suami mengenai betapa malangnya nasib Berry, dan berdoa siapapun yang menemukan Berry semoga merawat dengan baik.
Belum selesai saya dan suami bicara, tiba-tiba terdengar suara kucing. 
Sayapun heran, apakah saya berhalusinasi?
Kamipun segera keluar rumah. Dan suara kucing semakin terdengar jelas.
Olalaaaaa..suami kemudian menemukan Berry berada di dalam got kering di depan rumah tetangga sebelah.
Berry sangat girang melihat saya. Begitu masuk rumah, ia langsung mencium saya dan berguling-guling di lantai dengan  bahagia.


Wuihhhh..malam itu saya dan 3 kucing saya tidur dengan sangatttt nyenyak.
Bulan dilangit rasanya menjadi tiga.....ehehehheehhe.



Saturday, 9 December 2017

Spa Sepatu

Sejak  September  lalu, saya bertekat untuk lebih merawat kaki. Kasihan kaki ini, jasanya besar tapi sering diabaikan perawatanya. 
Seharian kaki menopang badan saya yang menuju gendut, tapi paling cuman di potongin kukunya kalau inget. Kejam banget ya.

Nah, bentuk perawatannya  antara lain ya merawat sepatu. Sepatu yang sehat tentu adalah bagian dari kaki yang sehat. 

Jadi saya pun memutuskan untuk men-spa sepatu- sepatu saya. 
Meski usang dan jumlahnya hanya 3 pasang, tapi saya berniat memperlakukan sepatu-sepatu saya dengan istimewa. 
Caranya, sederhana, nggak mahal. 
Gunakan sepatu secara bergantian. Beri istirahan minimal sehari sebelum sepatu yang sama dipakai kembali.
Lalu selama sepatu istirahat, saya berikan macem-macem ramuan.
Bahannya mudah, ada di dapur kita. 
Paling suka saya gunakan kopi. Karena aromanya bikin semangat. 
Caranya : letakan satu sendok makan bubuk kopi di atas tisu, lalu letakan di dalam sepatu semalaman
 
Kalau sudah bosan dengan aroma kopi saya letakan kantong teh. Biarkan juga semalaman.

Besoknya saya ganti lagi dengan baking soda. Caranya sama seperti meletakan kopi. 

Atau bisa juga mengunakan daun pandan yang diiris tipis lalu masukan ke dalam sepatu. Keluarkan irisan pandan jika sepatu akan di pakai.

Mau cara lain..adaaaa..saya biasanya memasukan kulit jeruk ke dalam sepatu. Jeruk apa saja bebas. 
Atau daunnya juga bisa..diiris tipis, lalu masukan ke dalam sepatu. 

Lalu bagaimana kalau sedang bepergian, repot kan bawa barang-barang itu?
Saya biasanya meneteskan minyak essensial ..aromanya apa aja bebas. ( saya pilih lavender, saya ambil dari minyak essensial yang sebenarnya dipakai Kinan untuk campuran pijat bayi atau mandi ala baby spa) . 
Caranya mudah, tinggal teteskan secukupnya ke dalam sepatu.

Hmmm..dijamin sepatu harum segar semerbak.

Jadi nggak hanya badan kamu aja yang di spa..sepatupun mau juga di  spa


Coba yuk..biar sepatu sehat, kakipun makin harum cantik.

Wednesday, 16 August 2017

Halusnya Tumitku

Belakangan ini saya mulai tidak nyaman dengan kulit tumit saya yang menebal. Ini karena saya terlalu banyak berdiri di kereta dan bobot saya semakin bertambah (ehemmm ..akui saja lah) sehingga beban tumit sayapun semakin berat. Plus saya selalu menggunakan sendal sehingga kulit saya terpapar langsung udara  Jakarta yang panas sehingga kulit menjadi kering.
Dannnn....kemungkinan bobot saya terus naik adalah hal yang hampir pasti akan terjadi (aku saja lagi lah) maka kapan kaki saya akan pecah-pecah, sepertinya tinggal tunggu waktu saja.

Ke salon untuk pedicure? Lupakan! Menurut suami saya, kasihan Si Mbak Salon kalau harus merawat kaki saya, butuh direndam 7 hari 7 malam dari air 7 sumur dan di gosok dengan kekuatan kuda! Saya sih setuju sama suami saya..wkwkwkwkwk.

Lalu bergegaslah saya mencari tahu di Mbah Google tips  menghaluskan tumit secara alami.
Hmmmmm, sayapun mulai rajin mengoleskan lotion, lalu menggunakan baby oil, menggunakan pisang yang dilumatkan, lalu menggunakan batu apung untuk menggosok kulit yang menebal. Tapi, nggak mempan! Tumit saya tetap sekeras pantat badak.
Hmmmm..pokoknya saya harus mencari cara lain, saya harus merubah tumit saya sehalus pantat bayi... harusssss!

Kembalilah saya ke Mbah Google. Dan kali ini saya mencoba yang kekinian. Ketemulah alat yang namanya Ped Egg.
Dan harganya bikin mata saya kerjap-kerjap. Wow..di Lazada hanya 16 ribu plus ongkir 5 ribu. Apalagi temen yang prihatin sekaligus  sebel lihat tumit saya mau bayarin,,,wkkwkwkw.

Baiklah... demi tumit sehalus pantat bayi, maka saya membeli alat yang bentuknya mirip telur ini.


Empat hari kemudian si telur ajaib ini datang. Begitu di buka..owalah mamakeeee...bentuknya kaya parutan keju.
Saya sempat ngeri apakah saat dipakai nanti kulit saya tidak "mruwul"?
Tapi coba saja lah...dannnn ternyata eheeee..lembut dipakai. Tidak sakit loh. Maka mulailah saya memarut "keju" di tumit saya.
Wow..serbuk hasil parutannya bikin hati saya sedih, kasihan sekali tumit saya selama ini, beban yang dipikul banyak. Wkwkwkwkw.

Dan setelah tangan pegel menggosok, saya gunakan minyak zaitun dari Herborist. Wow lagi.... hasilnya endesssssss. Tumit saya halusssssss..bener-bener kaya pantat bayi.

Untuk menjaga tetap halus, saya sering-sering mengoleskan minyak zaitun, lalu mengoleskan lotion ke tumit sebelum tidur plus tidur menggunakan kaos kaki agar kelembaban tetap terjaga. Selain itu saat ke luar rumah saya selalu menggunakan sepatu tertutup.

Bye tumit pantat badak......



Friday, 11 August 2017

#staystrong

November 2016, kami kedatangan kucing kampung yang  hamil tua. Warna bulunya abu-abu. Kemudian saya memanggilnya Abu.
Si Abu ini gelisah, mengeong dengan panik, dan mencari-cari tempat  tersembunyi.
Karena ketika SD saya pernah punya kucing 11 ekor, dan berkali-kali menunggui persalinan kucing, sayapun paham jika Si Abu sebentar lagi akan melahirkan.

Karena rumah kami sempit, kami tidak mungkin menampung Si Abu di dalam rumah. Lalu, saya sediakan Si Abu kardus yang super hangat di teras.
Dan begitu saya pulang kantor, Ken bercerita, dialah yang menunggui Si Abu ketika melahirkan.
Empat kucing lucu dengan 4 warna yang berbeda (hitam, oranye, putih dan abu-abu) pun resmi menjadi anggota keluarga kami. Sahhhhhhhhhhhhh.


Dengan telaten setiap hari saya mengganti alas mereka, memberi makanan Si Abu dengan menu oke, lalu memasukan mereka ke dalam rumah setiap turun hujan.

Empat kucing kecil kemudian tumbuh sangat sehat dan lincah. Ada yang suka bercanda, ada yang pemalu, ada yang penakut dan ada yang penyendiri. Melihat mereka, membuat beban hidup saya hilang 10 persen lah...wkkwkwkw.

Tapi kelucuan mereka kemudian hilang.

Belum genap mereka berusia dua bulan, tiba-tiba 3 kucing kecil lucu kami hilang dari teras. Tersisa hanya Si Hitam.
Si Abu pun gelisah dan mengeong keras mencari anak-anaknya.

Ya Tuhannnn... manusia macam apa yang tega mengambil atau membuang kucing sekecil itu?
(seminggu sebelumnya, tetangga depan rumah yang tidak suka kucing,  meminta pengasuh Kin membuang kucing-kucing kami, tapi kami abaikan).

Sayapun menangis pilu selama seminggu. Terbayang bagaimmana Si Oranye, Si Putih dan Si Abu Junior,  kelaparan, kedinginan.
Mereka belum tahu bagaimana mencari makan, mereka baru pada tahap mengenal makanan padat.


Seminggu pertama Si Abu stress, dia susah makan, dan terus mengeong memanggil anak-anaknya.
Sementara Si Hitam yang semula penyendiri, terlihat happy saja. Mungkin dia merasa bebas dari gangguan saudara-saudaranya.

Tapi kemudian  Si Abu menjadi induk yang galak. Anaknya yang hanya tersisa satu, malah sering ia marahi.
Kemudian si Hitampun menjadi murung. Mungkin dia mulai merindukan saudara-saudaranya dan kehilangan kasih sayang ibunya.


Dan kemudian setelah si Hitam mulai dewasa, Si Abu hilang tanpa jejak seminggu. Lalu kembali ke rumah dalam keadaan kaki pincang, dan mengilang lagi sampai sekarang.

Duh.. Hitammmm....malang benar nasibmu. Saudaramu di buang manusia berhati setan, lalu ibu juga menghilang. Dirimu sebatangkara. Saya pikir nasib saya sudah mengenaskan..tapi rupanya hidupmu lebih memilukan.

Dan, kamipun hanya memiliki kucing satu


Hingga kemudian, datang kucing kecil warna abu-abu, selalu mengikuti Si Hitam yang mungkin ia anggap kakaknya.
Persahabatan unikpun terjalin diantara mereka. Keduanya berdua kemanapun. Sangat kompak terutama ketika meminta makan hehehe.
Lalu dari mana Si Abu-abu kecil ini datang?
Sayapun mendengar "gosip" dari pengasuh Kin. Kucing Abu kecil ternyata berasal dari halaman rumah pemilik rumah yang kami kontrak sekarang. Si Abu kecil ternyata memiliki induk yang sehat dan 2 saudara.Tapi si induk tidak menyukai Si Abu dan melarang Abu Kecil mendekat.

Haduhhh..kasihannnnnn
Sejak saat itu, Ken menamakan Si Abu kecil... Si Bully.
Jadi, sekarang kami memiliki dua kucing kampung dengan riwayat hidup yang memilukan.


Melihat keduanya membuat saya merasa bersyukur, dan kami saling menguatkan..

#staystrong ya Hitam..Bully..  begitulah bahasa kekiniannya.