Sunday, 10 March 2019

Teh Celup Sosro Heritage

Saya suka sekali minum teh. Teh apa saja, tanpa gula atau dengan sedikit gula.
Terutama saat bangun pagi. Teh hangat rasanya enakkkkk banget di badan.

Saat ke Beijing dan Sanghai, saya melihat betapa orang-orang di sana tidak bisa lepas dari teh.  Bahkan bekal minuman mereka juga teh. Setelah makan, mereka minum teh, itulah kenapa badan mereka tetap langsing.
Menurut guide yang memandu kami, mereka percaya, teh membantu menghancurkan lemak.

Lalu kenapa saya minum teh?  Karena saya tidak bisa minum kopi. Kopi membuat kepala saya pusing berjam-jam.

Teh yang pertama saya kenal, teh tubruk. Rasanya ringan dan saat meminumnya harus  menyingkirkan daun dan batang teh yang mengambang. Merk-nya saya lupa. 
Lalu, munculah teh celup/ teh kantong. Istilah kerennya tea bag. Yang pertama saya kenal, Sariwangi.
Wah, pertama coba senang sekali, karena bisa langsung minum tanpa harus menyingkirkan ampas teh.
Lalu, setelah saya tinggal di Jakarta saya mengenal bermacam-macam merk teh celup yang lain.

Sebenarnya, saya tidak terlalu peduli jenis teh, teh hijau, teh hitam,teh putih, teh oolong tetap enak bagi saya.
Tapi belakangan saya lebih menyukai teh kantong Sosro. Teh hitamnya, jika diminum tanpa gula...enakkkk banget.
Apalagi kemasannya sekarang keren banget, dengan motif batik, sangat Indonesia. Pertama kali lihat design kemasannya kagum banget, karena seingat saya  kemasannya dulu tidak begitu. 

Eh, kok jadi ngomongin Teh Celup Sosro hehehe. 

Manfaat teh apa saja ya?
Teh kaya antioksidan, teh juga mengandung fluoride yang mencegah karies gigi atau gigi berlubang. Teh juga bisa menurunkan kadar kolesterol.
Tapi teh juga tidak boleh di konsumsi berlebihan ya. Maksimal lima cangkir sehari. Kalau saya hanya minum satu cangkir di pagi hari. Kadang ditambah susu atau madu.



Nge-teh yuk...




No comments:

Post a Comment