Saturday, 16 January 2016

Polisi Favorite

Ketika bom Sarinah menyisakan bertebarannya foto-foto polisi dengan seragam Turn Back Crime-nya, (menyebabkan sebagian wanita ngeces), bagi saya, polisi lalu lintas tetaplah favorite. Kenapa? Karena merekalah yang jasanya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat tanpa banyak pidato-pidatoan.
Kalau ada mereka, lalu lintas lancar, tak ada angkot atau bus kota yang akan berani ngetem sembarangan, tak ada yang berani saling serobot jalur, tak ada yang menerobos lampu lalin, tak ada yang melawan arus.
Lancar..car..car..car

Jalanan yang wus..wus.. akan membantu suami cepat kembali ke pelukan istri. Ibu-ibu dan bapak-bapak bisa segera berkumpul dengan keluarga. Murid-murid bisa sampai rumah dengan aman sentosa. Pokoknya top lah.
Bayangkan betapa banyak yang dibuat bahagia oleh polisi lalin. Ya kan?

Jadi polisi lalu lintas tak mudah loh. Tiap hari mereka berhadapan dengan jutaan karakter pengemudi yang sebagian minus toleransi. Belum lagi stigma kalau mereka bisa disuap saat menilang.
Ya elah..jangankan polisi yang gajinya segitu..pejabat yang gajinya enolnya baris kaya upacara,  juga masih bisa disuap kok.
Janganlah di pukul rata. Polisi baik itu banyak.

Dan biasakanlah melihat jasa seseorang sekecil apapun. Walau kadang terlihat sepele..tapi...efeknya bisa setara dengan sepeleton.. Iya kan?

Intinya, polisi yang  baik..dimanapun ia bertugas, pastilah berjasa bagi bangsa dan negara karena melayani rakyat sesuai amanat. Tapi jika ditanya polisi apa yang paling saya sukai ya...polisi lalu lintas lah. Tanpa harus memegang pistol dan menembaki penjahat, tapi cukup dengan peluit dan gerakan tangan sebagai aba-aba...itu bagi saya ...heroik!


Selamat bertugas Pak..jangan lupa makan.





Friday, 15 January 2016

Resolusi 2016

Sebagai pengguna jasa KRL Commuterline, setiap hari saya berhadapan dengan orang-orang yang maunya enak sendiri. Lebih butuh perjuangan keras untuk turun dibanding naik si ular besi ini.
Pokoknya dalam otak dangkal sebagian besar calon penumpang, begitu pintu terbuka yang penting adalah naik secepat mungkin, persetan dengan penumpang yang mau turun.
Jadi begitu akan turun,  yang saya hadapi adalah orang yang menerjang masuk laksana Banteng dan saya harus punya kekuatan seperti Bison untuk melawan.
Himbauan dahulukan penumpang tak mampu otak mereka cerna.

Seringkali saya melihat penumpang  yang akan turun sampai menangis karena tak mampu keluar dan tak kuasa melawan penumpang naik  tak tahu aturan (yang berprinsip kepentingan diri sendiri adalah segalanya).
Selama ini saya akan menegur keras siapapun yang menerjang masuk tanpa aturan. Memarahi mereka dengan sengit dan mendorong balik dengan tanpa ampun.

Karena itu resolusi saya tahun 2016 adalah bisa lebih mendisiplinkan diri sendiri dan orang lain agar bisa naik dan turun kereta dengan tertib. DAHULUKAN PENUMPANG TURUN.
Hal sederhana yang akan sangat membuat transportasi umum di Jakarta menjadi lebih manusiawi.



Tulisan ini dimuat di Jawa Pos,  kolom Happy Wednesday edisi ulang tahun alias edisi ke-52, Rabu 6 Januari 2016.
(Dari 3000 resolusi yang masuk ke redaksi Jawa Pos, dipilih 30 resolusi terbaik yang berhak mendapat hadiah uang tunai )

Pagi Buta

Dalam hati, pernah saya mengeluh karena harus berangkat kerja pagi buta.
Disaat sebagian orang masih ngiler di balik selimut, saya sudah harus mengejar commuterline.  Kantukpun masih merajalela. Badan rasanya memanggil menghiba : tolong istirahat.
Tapi hidup memang berat..seberat tubuh saya.

Pantaskah keluhan ini?
Tentu saja tidak!
Sampai di stasiun, bertebaran orang yang harus berangkat lebih pagi dari saya. Lihatlah masinis yang sudah duduk manis dibalik kemudi. Lihatkah petugas tiket yang terpaksa sarapan sambil melayani calon penumpang. Lihatkah petugas pengamanan yang sudah berdiri gagah siap siaga? Kurang pagi apa mereka?

Maka sayapun malu.

Harusnya saya bersyukur...bersyukur bisa bekerja menghidupi anak-anak saya.
Soal tidur..bisalah dimanapun. Dibangku kereta, dibangku stasiun, tinggal merem saja.
Ketiduran hingga kebabalasan? Tinggal balik saja.
Gitu aja kok repot.

Jangan iri pada yang masih tidur. Belum tentu mereka lebih bahagia dari saya. Belum tentu mimpinya indah membahana. Karena sesungguhnya keberuntungan dan keberhasilan seseorang bukan diukur dari waktu tidur mereka.
Tapi tentu saja diukur dari jumlah uang tabungan mereka. Hahahaha

Lalu berapa jumlah uang ditabungan saya? Rp. 149.000.


Jadi pantaskah saya mengeluh?
Ayolah..saatnya bekerja keras ..sekeras tubuh saya bisa menanggungnya.


Bekerjalah sampai Tuhan berkata...Stop!



Yuks..mareeeee

#kamitidaktakut

Kemarin saja janji mengajak Si Sulung naik Commuter Line Ke Bintaro. Rencananya sehabis pulang sekolah, jam 13 langsung jalan. Tapi jam 10 lewat, group Whats Up kantor heboh ....ada ledakan di Sarinah. Lalu di group sekolah dan group-group lain juga berseliweran informasi dan foto-foto yang sebagian benar dan sebagian karangan orang sinting.

Sekolahpun dibubarkan lebih cepat.
Sedangkan info soal si teroris berbuat ini anu ono, makin santer. Ada ledakan di sini sono dan sana juga serasa di film-film saja. Sebegitu gawatkah?
Si Ken  sampai dirumah lebih cepat. Iseng saya tanya kenapa...jawabnya : Ada Bom!
Dan ternyata pengumuman guru mampu membuat Ken tak protes meski tak jadi ke Bintaro.

Kepanikan..ketakutan...itulah tujuan dari si peneror. Pesan berantaipun terus bermunculan. Dan begitu tak terbukti maka...satu pelajaran yang bisa diambil...jangan pernah percaya 100 persen apa yang ada di media sosial.
Bisa jadi kebenarannya hanya 1 persen..sisanya gibul.

Waspada boleh..tapi takut....jangan!
Ayo Berani!

Wednesday, 13 January 2016

Cantiknya.....

Saya pikir akan mustahil menemukan orang tak berjilbab di tempat umum di Arab Saudi. Ternyata  saya salah.
Begitu tiba di bandara, memasuki ruang pemeriksaan penumpang... saya terkesima.....alamakkkk cantik nian ! Salah satu petugas ternyata perempuan tanpa jilbab.
Dengan muka  ekspresi kaku menyelidik, rambut ikal panjang terurai dan make up sempurna ia menempelkan metal detektor begitu cepat. Lalu meraba beberapa bagian sensitif saya dengan kasar (maaf.. payudara dan diantara  paha, juga ketiak). Bra dengan penyangga kawatpun tak lolos dari pemeriksaan.
Ketelitiannya patut diacungi jempol.

Saya pun membandingkan..seandainya mba cantik galak itu di Jakarta, pasti akan sangat mudah menjadi artis. Dia bisa dapat order sinteron stripping ribuan episode. Lalu jadi tamu dari talkshow ke talkshow.
Dia akan disanjung jutaan pria, bikin sirik jutaan wanita dan akan menjadi incaran pengusaha kaya untuk jadi istri ...minimal istri muda .
Dia jauh lebih cantik dari artis yang mondar mandir di acara gosip loh. Tak jauh bedalah sama artis-artis Turki yang sehari-hari wara-wiri di televisi kita.
Jika saja dia di Jakarta, tak perlulah dia berdiri berjam-jam , meraba-raba wanita dari segala bangsa, segala rupa, segala aroma juga segala virus dan bakterinya.
Cukuplah ia berdandan, merawat badan lalu tersenyum ke sana kemari.
Mudah bukan?


Wanita lain yang saya lihat tak berjilbab adalah sekelompok wanita dengan dandanan heboh dan rambut dicat warna kekinian, plus merokok. Mereka saya temui disalah satu rumah makan khas Indonesia tengah bercengkerama dengan pria-pria keturunan India yang katanya bos-bos dari sejumlah toko yang menjajakan beragam oleh-oleh. (Toko mereka sempat saya kunjungi untuk membeli kurma muda pesanan tetangga).
Lalu ketika bertemu ditoilet, dan kami saling bertegur sapa, wanita-wanita ini mengaku bekerja sebagai pramugari. Entah maskapai apa.
Betul atau tidak..entahlah pula. Bukan urusan saya.

Iya kan?







Wednesday, 6 January 2016

Dilarang Iri

Di akhir tahun 2015 kemarin, facebook, twitter, instagram, path,  group / profil picture Whats Up, profil picture BB, penuh berisi foto-foto orang liburan. Diantaranya bahkan sangat update mengupload foto tiap jam.
Sungguh..kadang  bikin saya menangis. Bukan menangis karena iri..tapi karena ikut bahagia.
Dan ketika ada yang bertanya..."Lo liburan kemana? Foto-foto liburan lo mana?"
Saya hanya bisa memandangi foto-foto bukti tagihan yang ada di hp saja. Hahaahaha


Untuk yang tak liburan, saya sarankan jangan iri, apalagi bersedih. Kenapa musti iri? Yang liburan itu tak minta uang dari kita loh. Setelah bekerja keras sepanjang tahun adalah hak setiap orang  untuk berlibur. Liburan akan membuat dunia seisinya lebih waras. Menghemat anggaran  tiap negara mensubsidi rumah sakit jiwa.

Tapi sebenarnya belum tentu juga yang liburan itu bener-bener bahagia loh. Ada yang hanya buat gaya-gayaan saja. Ada yang liburan sambil bekerja dan ada yang liburan karena tak ada kerjaan.
Apapun alasannya judulnya tetap liburan..dan dilarang iri!

Bicara soal liburan pasti terkait dan tersambung dengan yang namanya oleh-oleh.
Tenang.... tenang saja. Bagi yang liburan saya tak  minta oleh-oleh.
Menurut agama saya, meminta oleh-oleh tidak boleh. Yang harus dilakukan (mereka yang tidak liburan) adalah membantu yang berliburan agar nyaman.. (misal membantu menjaga hewan peliharaan yang di tinggalkan, mengantar/menjemput ke bandara, dan lebih baik lagi bisa memberi tambahan uang saku, dan minimal mendoakan yang berlibur sehat dan kembali pulang dengan selamat). Jangan bikin yang liburan stress dan repot gara-gara permintaan oleh-oleh.
Betul bukan?



Sampai jumpa diliburan tahun depan..







Monday, 4 January 2016

Kenapa Vidoran Smart?

Belakangan saya perhatikan berat badan Ken menyusut. Saya runut kebelakang, pola makannya memang semakin kacau. Tak mau sama sekali nasi dan lauk pauk. Hanya mau camilan, susu dan ice cream.
Menakutkan bukan?
Saya pun segera berburu suplemen untuk mengejar "ketertinggalan nutrisi".
Pilah pilih..begitu banyak merk. Berbeda nama tapi sebenarnya hampir serupa kandungannya.

Akhirnya pilihan jatuh pada Vidoran Smart Vitamins. Kenapa? Karena di kemasan tertulis : "Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada anak-anak.Untuk membantu pertumbuhan dan kemampuan belajar".
Kandungan Vitaminnya B komplex-nya juga omega 3 dan vitamin C-nya bikin hati tenang. Selain itu produsen dari Vidoran juga sangat saya percaya akan kualitasnya, yaitu PT Tempo Scan Pacific Tbk.
Setiap 5ml Vidoran Smart sudah diminum Ken sehari sekali..rasanya hati legaaaa.

Syukurlah, sejauh ini setelah dua minggu mengkonsumi, berat badan Ken berangsur pulih. Buah nagapun kembali Ken santap dengan lahap.


Tapi yang namanya suplemen...tentu saja saya harus bijak. Konsumsi jika perlu. Karena bagaimanapun makanan adalah sumber nutrisi terbaik.


Keni....ayo makan sayur dan buah...