Thursday, 20 November 2014

Demi Koran


Setiap kali melihat tumpukan koran, ingatan saya kembali ke masa 20 tahun kebelakang.
Kala itu, di kampung, koran adalah "kemewahan".
Untuk mendapatkan koran, saya harus berjalan kaki 6 km, naik bukit turun bukit, menyeberangi sungai, melewati hutan, barulah saya sampai ke jalan besar. Kemudian saya harus naik bus kecil 20 menit untuk sampai ke kota kabupaten
Nah....di pusat pemerintahan daerah inilah saya bisa membeli koran.

Perjalanan ini saya tempuh setidaknya sebulan sekali ( jika bapak ibu sedang ada rejeki, seminggu sekali. Artinya hanya sebulan atau seminggu sekali saya membaca koran.

Nama toko buku dimana saya membeli koran adalah Aneka. Bagi saya toko buku ini laksana surga. Begitu banyak buku dan alat tulis seakan saya ingin tenggelam di dalamnya.
Sering setelah membeli koran,  saya berlama-lama berdiri di balik etalase untuk memandang iba buku-buku yang tak mampu saya beli.
Tapi kala itu,  satu eksemplar koran saja sudah berkah luar biasa

Sampai di rumah koran saya baca seluruhnya tanpa satu huruf pun terlewat. Bahkan saya sampai hapal nama-nama wartawannya.

Selesai membaca, esok harinya lembar-lembar koran sudah terpotong-potong untuk saya jadikan kliping yang terbagi menjadi beberapa bagian. Kliping olahraga, politik , ekonomi dan kesehatan. Bahkan kolom iklanpun saya potong rapi. Tak satupun huruf terbuang.
Disaat saya belum bisa lagi membeli koran, kliping-kliping ini saya baca ulang

Koran bekas bungkus cabai sering pula menambah koleksi kliping saya. Paling sedih ketika mendapat koran bekas bungkus ikan pindang, karena sobekan koran akan berbau amis dan berminyak, sehingga  harus dijemur untuk menghilangkan bau anyir. Atau paling dongkol ketika sobekan koran pembungkus bawang merah artikelnya terpotong sebagian. 

Jika begini, sobekan koran akan tetap saya simpan. Siapa tahu disana ada kata-kata atau sepotong informasi yang kelak saya butuhkan.

Kini..... puluhan tahun kemudian, ternyata nasib membawa saya ke orang-orang yang dulu saya baca tulisannya. Kami meliput berita yang sama, berbagi informasi dan berteman baik. Sedangkan kliping-kliping saya, sebagian tak kuasa melawan ngengat..sebagian masih tersimpan rapi di lemari.

No comments:

Post a Comment