Tuesday, 11 November 2014

Sakitnya Tuh Di Sini


Sejak menikah dan punya anak, saya kehilangan selera mendengarkan musik. Mungkin karena terlalu lelah mengurus anak dan pekerjaan, sehingga waktu luangpun nyaris tak ada.
Telinga saya hanya numpang dengar musik klasik punya Ken dan Kin (sebelum mereka tidur) atau lagu yang dibawakan pengamen di angkot.
Tentu saja saya juga tidak tahu siapa penyanyi-penyanyi baru. Penyanyi-penyanyi yang saya kenal sebatas  Nia Daniati, Dian Pisesha, Pance Pondaag, Obie Mesakh dan tentunya Rhoma Irama...( Astagaaa)

Sayapun tidak fanatik dengan musik tertentu. Semuanya biasa-biasa saja. Pop, dangdut, rock, keroncong,  tak ada yang saya benci....tak ada yang saya suka. Mampir ditelinga ya...silahkan...tidak dengar ya tidak mencari.

Hingga kemudian, dua minggu lalu, tetangga baru datang. Mereka menyewa rumah selisih satu rumah dari tempat saya tinggal.  Kecintaan mereka dengan musik dangdut aje gile..olala bebeh....cethar membahenol tiada tara.

Pagi hari, ketika burung baru satu dua kepak mengerakan sayap, baik si burung ataupun saya terkesima dengan musik dangdut yang menggelegar laksana teriakan Gundala Putra Petir. Sumbernya ya berasal dari rumah tetangga baru.
"Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku..."  demikian bunyi lirik lagunya. Diputar berulang-ulang lebih dari 20 kali. Setelah itu akan terdengar lagu berbeda. Liriknya.. " Aku janda jomblo....aku janda jomblo ". Lagu ini diputar sekitar 10 kali....lalu menyusul  lagu berikutnya dengan lirik direfrain begini.." OMG hellow hari gini kok masih jomblo...Oh MG hellow"
Luar biasa bukan?
Jika sudah bosan, dan mungkin si empunya rumah sudah selesai memasak, maka akan terdengar suara orang berkaraoke.Suaranya melolong-lolong...aduhai membuai telinga siapa saja yang mendengarnya.

Awalnya, sebenarnya lagu-lagu itu membuat saya tersenyum-senyum kocak. Tapi setelah sekian hari...dan volumenyapun makin kencang laksana toa orang hajatan...saya mulai tak kuasa lagi menyunggingkan bibir. Justru saya ingin menunggingkan itu tape dan speakernya.
Sungguh sangat menggangu. Apalagi jika saya ngantor malam dan tidur jelang pagi. Baru saja mata merem...eh..Gundala Putra Petir sudah membahana.
Lebih kesal lagi jika sudah susah payah menidurkan Si Kin...eh...dangdutan dimulai. ...ala makkkkkk mahakarya eyang Mozartpun suaranya ditimpa oleh nyanyian si mbak-mbak yang mencurahkan isi benaknya.

Waduh......sakitnya tuh bukan lagi sekedar di gendang telinga.....tapi tuh di sini....di sini...di dalam hatikku....di dalam hatiku

Pak polisi......tolongggg...tolonggggg

2 comments:

  1. ngakak kejengkang..trus lempar kursi #eh hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sakitnya tuhhhh... dilempar kursi..wkwkwkwkwk

      Delete