Wednesday, 12 November 2014

Duka di Balik Sampel

Beberapa kali saya berkesempatan mencoba sampel kosmetik muahal yang satu set harganya bisa menghabiskan gaji saya sebulan

Dan yang namanya sampel....ya gratis. Dapatnya hanya dibawah 10 ml. Istilah teman saya, hanya sakepret (jika sampel dapatnya 100ml atau 1000ml...bisa saling cakar orang berebut)

Dan berhubung pihak pemberi sampel adalah merk yang konon digunakan artis Hollywood, mupenglah saya. Siapa yang tak mau punya kulit mulus licin bak boneka? Siapa tahu setelah memakai kosmetik ini, wajah saya bisa semirip tante Jenifer Lopez atau mba Katy Perry. Ehem..ehem.

Yang pertama saya dapat, bermerk (inisial) S ..asal Jepang. Diiklannya, jika kita memakai kosmetik ini akan berubah cantik luar biasa. Wajah putih berseri sepanjang waktu dan  pipi halus kenyal  lembab bak kulit pantat  bayi usia sehari

Segeralah saya bergegas ke Mall Pondok Indah Jakarta Selatan (tempat produk ini dijual). Meski sudah puluhan tahun di Jakarta, entah kenapa setiap memasuki mall kelas atas, hati saya menciut tersisa sesenti. Mungkin hati kecil saya gemar membaca nilai akhir saldo tabungah saya, sehingga mall dan segala isinya ini berasa menohok saya. Mall yang bikin isi dompet saya bagaikan setitik debu dipadang pasir.

Akhir kata, saya temuilah Mba SPG-nya. Sambil menyodorkan copy email yang merupakan bekal saya untuk mengambil sampel, sayapun pasang tampang sepercaya diri mungkin. Tapi akting saya tak berhasil. Tampang bersahaja saya tak bisa bohong. Tampaklah setengah hati si mbak melayani. Ehemm..dalam hati mungkin si mbak.berkata..."Ah..tampang begini maunya gratisan doang..ndak bakal mampu beli..ndak bakal bisa saya prospek.".
Maka ketuslah si mbak melayani saya.
Dengan hati luka...sayapun meninggalkan mall itu diiringi dendam membara.
Dalam hati saya berjanji..jika kelak saya diijinkan kaya..saya akan beli mall ini beserta isinya plus SPGnya. Hahahhah..(mengkhayal kan boleh saja....gratis....gratis laksana sampel)
Maka..sampel yang hanya 10 ml itupun habis....hasilnya, wajah saya masih ndeso-ndeso saja. Harapan cantik seperti J-Lo pun tinggal kenangan.

Lalu..kesempatan kedua..ternyata datang lagi. Kali ini merknya berinisial EL. Wuihhhh..saya pernah membaca merk ini dipakai juga oleh mba-mba Hollywood, dan di London.
Eng ing eng...sayapun langsung mengkhayal wajah saya bisa semulus puteri London.
Dengan menguatkan hati, pergilah saya ke Mall kakap di kawasan Senayan. Dan perlakuan yang saya terima dari Mba..eh..Mas SPB-nya sama saja. Dengan wajah sebal si mas menyerahkan ke saya sampel cream malam segede upil.
Pulanglah saya dengan hati luka lara. Kelak jika saya kaya..mall ini juga akan saya beli lalu saya jadikan pasar ikan.
Malamnya..sambil membayangkan muka mas mas jutek itu...sayapun  mengoleskan sampel cream malam ke wajah saya dan berharap ketika bangun esok, wajah saya secantik Kate Middleton!

Dan ternyata oh ternyata..saya memiliki kesempatan ke tiga untuk mencoba sample kosmetik ternama lainnya. Kali ini  berinisial L. Berdasarkan email yang sama terima saya bisa mengambil sampel isi sekepret itu dikawasan Kemang. Ah sudah terbayang perlakuan yang akan saya terima.  Jadi kali ini saya mati minat. Saya tidak ingin bersumpah untuk ketiga kalinya..saya tidak ingin membeli mall itu.wkwkkwkw.
Saya sudah mengubur mimpi memiliki kulit cantik ala Hollywood.

Biarlah kulit saya tetap buluk saja. Tak mau lagi hati saya terluka.

4 comments:

  1. Aduh bun, sy prihatin sekaligus ngekek bacanya, coba sumpahnya bun ken kejadian bisa habis semua mall jd pasar ikan haha... semangat ya bun ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaha.iya bun...makanya saya ndak mau banyak2..bersumpah...sy anggap lucu2an ...bisa buat bahan tersenyum

      Delete
  2. Hahaha..nyong bayangna rika karo gw kresek ireng n daster batik...kiye ngantek wetenge kaku nyong goli maca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaha..kresek irenge tapi isi emas batangan mak...hahhahah

      Delete