Monday, 24 November 2014

Cinta Dalam Sepotong Tempe





Selama 35 tahun hidup, saya pikir-pikir dengan seksama, ribuan potong tempe sudah saya makan. Betapa tidak? Saya tumbuh bersama tempe. 
Setiap hari sejak mengenal makanan padat, Ibu saya selalu memasak tempe. Mulai dari di goreng, ditumis, disambal, direbus dengan aneka kuah, dibacem hingga dibuat kering tempe.
Bahkan dimasa SD, saking tidak ada camilan, saya sering memakan tempe mentah. Rasanya kadang sedikit pahit, kadang hambar.

Mungkin karena tetangga adalah pembuat tempe ulung, maka Ibu saya menganggap lauk yang praktis ya tempe. Tinggal pesan, esoknya tempe lezat dan gurih sudah siap masak.
Sehari tiga kali makan..yaaa.. tempe lauknya. Jadilah saya pecinta tempe sejati.

Siapa di balik tempe-tempe lezat di meja kami?
Miskiyah, itu nama si master tempe. Ia janda  beranak satu. Wanita hebat yang sudah di gariskan Tuhan menjadi pembuat tempe terbaik di kampung. Rasa tempenya sangat gurih. Sehingga, kemanapun warga kampung kami merantau, ketika akan kembali ke kota selalu menjadikan tempe Mis sebagai oleh-oleh wajib.
Saking diburunya, Mis tak pernah repot-repot menjual ke pasar. Orang akan berbondong-bondong datang memesan ke rumah. Bahkan ketika tempe masih mentah, pembeli sudah antri memesan. 

Semasa kecil saya sering mengikuti proses bagaimana tempe dibuat. Mulai dari mencuci kedelai, merendam, merebus, menyiapkan tali pengikat, hingga tempe dibungkus...semua mengagumkan. Sering  pula  saya ikut ke kebun dan membantu Mis memetik daun pisang pembungkus tempe, atau ikut membuat  ikatan tempe. Caranya ? Batang  bambu dikupas kulitnya, diambil "daging"nya lalu dikerat halus dan tipis, sehingga terciptalah tali yang lentur tapi kuat. (Tempe di kampung saya dibuat satuan, bukan berbentuk balok atau persegi panjang. Jadi tempe perlu diikat  satu persatu )

Di Jakarta..tak ada rasa tempe yang mampu menandingi rasa tempe Mis. Terpaksalah saya memasak tempe batangan/tempe potong. 
Tapi bukan berarti saya tidak bisa memasak tempe enak. Karena sekarang....berkat Bango (Bumbu Tempe/Tahu Bacem), saya bisa memasak tempe bacem yang sempurna...sama dengan masakan Ibu .
Hanya tinggal tuang dan ungkep lalu goreng. Praktis, tidak sampai 20 menit..bacem coklat sempurna nan gurih sudah tersedia.
Produk baru Bango ini..layak ada di dapur anda Bu.
 
Cobalah...









No comments:

Post a Comment