Saya punya kegemaran yang sering jadi bahan tertawaan. Apa itu? Mengisi TTS.
Teman-teman saya mengatakan, kebiasaan saya ini mirip kebiasaan tukang parkir yang sedang mengisi waktu luang.
Apa iya ya?
Teman-teman saya mengatakan, kebiasaan saya ini mirip kebiasaan tukang parkir yang sedang mengisi waktu luang.
Apa iya ya?
Saya jatuh cinta dengan TTS sejak SMP. Dimulai dari
majalah pelajar lokal bernama MOP. Di majalah ini ada lembar TTS
sederhana. Dikelas, di jam istirahat saya dan teman-teman sering berlomba
cepat tepat menjawab TTS. Senang rasanya jika bisa menjadi yang paling
tahu segalanya.
Dulu mengisi TTS juga saya lakukan ketika masih liputan.
Berjam-jam menunggu, akan tak terasa jika di temani si kotak-kotak
silang. Biasanya saat sedang asyik menjawab, sesekali teman akan
mencolek pundak saya sambil berkata " Mba, parkir disini sejam berapa?"
Lalu tawa teman-temanpun berderai-derai.
Lalu tawa teman-temanpun berderai-derai.
Pernah saya iseng mengisi TTS di koran Kompas. TTS disini
cukup menantang, karena jumlahnya bisa mencapai seratus pertanyaan dan
sulit. Iseng pula saya kirim jawaban. Eh..tenyata nama saya muncul
sebagai pemenang. Lumayan ada hadiah uang tunai. Bisa buat tambahan beli
bumbu dapur.
Setelah menikah, TTS-pun menjadi hiburan dikala senggang, apalagi sebelum memiliki anak.
Saya dan suami sering berlomba mengisi TTS lalu saling ejek atas satu dua jawaban yang masing-masing dari kami tak tahu jawabannya. Saling cela akan kemampuan kami menjawab, menjadi hal yang cukup menghibur.
Saya dan suami sering berlomba mengisi TTS lalu saling ejek atas satu dua jawaban yang masing-masing dari kami tak tahu jawabannya. Saling cela akan kemampuan kami menjawab, menjadi hal yang cukup menghibur.
Ada satu pertanyaan yang terlintas dibenak saya .....apa
iya mengisi TTS hanya dilakukan oleh si abang-abang parkir? Kalau iya
kasihan sekali produsen buku TTS, karena pasti lakunya tidak seberapa. Jumlah
tukang parkir kan tidak banyak. Saya kira di Indonesia akan lebih
banyak tukang ngibul dibanding tukang parkir.
Dan saya sarankan, jangan remehkan kekuatan TTS....karena
selain untuk menghibur abang parkir, TTS digunakan untuk terapi bagi
penderita alzeimer.Gunanya untuk mencegah menurunnya kinerja otak.
Karena itulah TTS disebut permainan asah otak.
Secara pribadi, saya penasaran dengan kemampuan otak para
tukang parkir yang gemar mengisi TTS...bisa jadi secara kinerja otak
mereka lebih cepat dan secara pengetahuan umum mereka lebih pintar
dibandingkan beberapa orang kantoran di kawasan Sudirman, Jakarta.
Ya..ya....bisa jadi....bisa jadi
Catatan :
Manfaat mengisi TTS dikutip dari www.teka-tekisilang.com
1. Asah otak
Manfaat pertama adalah untuk mengasah otak. Dengan petunjuk (clue) yang
ada, pengisi TTS diharuskan untuk mengisi kotak-kotak yang kosong. Jika
satu soal berhasil dijawab, maka akan mempermudah untuk menjawab soal
lainnya yang kotak-kotaknya terkait. Sehingga TTS merupakan media asah
otak yang menyenangkan.
2. Menambah kosakata
Dalam TTS seringkali dijumpai kata-kata yang tidak lazim dalam bahasa
Indonesia, meskipun sebenarnya kata tersebut termuat dalam KBBI (Kamus
Besar Bahasa Indonesia). Bermain TTS bisa bermanfaat untuk menambah
kosakata. Tak hanya kosakata kata-kata dalam bahasa Indonesia, tapi juga
kosakata lainnya, seperti ibukota negara, bahasa Inggris, dan
sebagainya.
Seringkali dijumpai soal sinonim di mana pada petunjuk soal, jawabannya
adalah sinonimnya. Hal ini sangat berguna untuk menambah perbendahaaraan
kata atau mengingat kembali kata yang lupa artinya.
3. Melatih daya ingat
Manfaat selanjutnya yaitu untuk melatih daya ingat. Dalam menjawab TTS,
maka kita perlu mengingat-ingat apa yang kita tahu untuk menjawab
pertanyaan TTS. Dengan begitu, mengisi TTS menjadikan otak mengingat
pengetahuan yang tersimpan di otak.
4. Menambah rasa ingin tahu
Seringkali soal yang tidak terjawab pada TTS membuat rasa penasaran.
Jika dengan menggunakan daya ingat tidak bisa dijawab atau sama sekali
tidak tahu, bisa dengan menggunakan bantuan buku pengetahuan umum jika
soalnya tentang ibukota negara, KBBI jika soalnya tentang sinonim, kamus
bahasa Inggris jika soalnya tentang bahasa Inggris, dan sebagainya.
5. Menambah wawasan
Setelah rasa ingin tahu muncul dan mencoba untuk menjawab soal TTS
dengan bantuan, pengetahuan dapat bertambah. Hal ini berarti kegiatan
mengisi TTS juga dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan
pengetahuan.
6. Mengatas rasa bosan
TTS dapat bermanfaat untuk mengusir rasa bosan, misal bosan sendirian,
bosan saat menunggu di stasiun, dan sebagainya. Namun, dengan banyaknya
gadget yang beredar seperti sekarang ini, tampaknya banyak orang yang
lebih memilih memainkan gadget ketimbang TTS.
7. Meningkatkan konsentrasi
Dalam mengisi TTS, seseorang harus konsentrasi. Seseorang perlu
mengamati kotak-kotak TTS, seperti nomor soal dan letak nomor pada kotak
dan jumlah kotak pada soal. Sehingga TTS bisa bermanfaat untuk
meningkatkan konsetrasi.
- See more at: http://www.teka-tekisilang.com/2013/09/manfaat-mengisi-teka-teki-silang-tts.html#sthash.yLEkYEYW.dpuf2. Menambah kosakata
3. Melatih daya ingat
4. Menambah rasa ingin tahu
5. Menambah wawasan
6. Mengatas rasa bosan
7. Meningkatkan konsentrasi
No comments:
Post a Comment