Pernah melihat abang-abang keliling menjual aneka jepit rambut, ikat rambut, bando, mobil-mobilan hingga racun tikus? Kadang si abang penjual berjalan kaki, kadang menggunakan gerobak, kadang sepeda onthel. Merekapun bisa ditemukan dimana saja, diluar maupun di dalam angkutan umum.
Saya pribadi adalah penggemar si abang-abang ini. Ia bagaikan toko serba ada yang murah luar biasa. Bayangkan..jika di mall ikat rambut bisa berharga puluhan ribu/buah, abang ini bisa jual seribu perak. Peniti, bross, jarum pentul, jarum jahit, benang hingga TTS seakan berebut bergelantungan memanggil-manggil untuk di beli..."Seribu saja Neng...Seribu saja Neng"
Soal kualitas memang jangan berharap banyak. Jika saya beruntung bisa awet, jika apes biasanya rusak atau hilang karena lupa entah dimana menaruhnya.
Dulu di depan TK Si Ken, ada satu abang yang rajin nongkrong tak jauh dari gerbang sekolah.Hanya sebentar memang, tapi laris di datangi ibu-ibu. Ada yang membeli sponge cuci, lem, juga handphone mainan. Kadang saya beli,kadang hanya sekedar menikmati "kemeriahan" jualan si abang, mengamati rupa-rupa benda,dan mereka-reka bagaimana pabrik di Cina
membuatnya.
Sayapun kagum akan kemampuan si abang menyediakan segalanya hanya dalam satu tentengan. Dan lebih kagum dengan pabrik- pabrik Cina yang bisa menjual barang dengan begitu murahnya.
Jika satu set jepit rambut dihargai seribu..berapa kira-kira biaya real produksinya..berapa kira-kira biaya distribusinya mengingat jarak Indonesia-China yang sangat jauh? Ah..sudahlah jangan dipikirkan soal itu. Kalau mau beli ya beli saja. Murah dipertanyakan...mahal di protes.
Meski murah..kadang dengan kejamnya saya masih menawar..."Dua ribu, tiga boleh bang..? "
Dan si abang berkata.." Tidak bisa Neng...coba Neng buat jepit rambut sendiri..Neng itung berapa biayanya ?"
Hahahha..sy tertawa dalam hati...dan nyengir kuda.
No comments:
Post a Comment