Sunday, 23 November 2014

Potong...Potong Sendiri


Bulan lalu, via Whats Up, saya berhasil kontak dengan satu teman SMA.
Ada pertanyaan darinya yang membuat saya tersenyum kecut.
"Masih suka potong rambut sendiri?"
Kok dia masih ingat ya? 
Sejak kecil hingga SMA saya memang tak mengenal salon. Jika harus potong rambut, ya kakak-kakak saya yang mendadak jadi capster, atau saya potong sendiri.
Beruntung saya memiliki rambut ikal yang mengembang di sana sini. Jadi kalaupun salah potong tidaklah terlihat.

Sejak kecil saya jarang memiliki rambut panjang. Kenapa? Karena rambut selalu kusut masai. Di sisir hanya rapi semenit. Bergerak atau tiupan angin sedikit saja membuat rambut bak sabut kelapa. Tidak heran orang selalu mengira saya baru bangun tidur atau belum mandi.
Solusinya ? Rambut pendek. Akibatnya? Saya sering dipanggil mas.
Pernah di jaman kuliah saya membonceng motor teman (wanita). Pas berhenti di lampu merah ada yang menegur " Mas, apa nggak malu, masa cowok kok membonceng cewek "
Begitulah nasib saya.


Begitu muncul trend wanita cantik adalah yang berambut hitam legam dan lurus jatuh laksana sutera...saya merasa sangat terintimidasi. Berarti saya jauh dari tipe wanita cantik kan?
Sayapun mulai berandai-andai...kapan ya punya rambut sama persis  dengan Anggun C Sasmi?

Aneka shampoo yang konon bisa menaklukan rambut kusut sudah saya coba. Hasilnya......rambut  tetap tampil bergelombang awut awutan. Conditioner apapun tetap membuat rambut tegar dalam kekusutan.
Pernah berpikir untuk rebonding, tapi boro-boro rebonding, berangkat kuliah ada ongkospun sudah bersyukur.

Akhirnya saya pasrah menerima kenyataan ...sambil berharap.....kelak mode akan berubah arah.

No comments:

Post a Comment