Saya mantan "pemburu" ubi.
Kebun tetangga yang habis dipenen adalah sasaran saya.
Kebun tetangga yang habis dipenen adalah sasaran saya.
Dua minggu setelah panen, akan muncul tunas-tunas berwarna ungu atau merah jambu. Itu tandanya dibalik tanah ada ubi manis.
Hmm..rasanya seperti menemukan harta karun.
Jika beruntung saya bisa menemukan ubi besar, tapi jika apes bisa saja saya hanya menemukan ubi sebesar kelingking.
Dan setelah menetap di Jakarta, rasanya mustahil menemukan ubi sisa panen. Mana ada orang menanam ubi ?
Tapi mencari ubi di Jakarta tidaklah sulit. Asal dikantong ada uang, maka ubi pun bisa kita bawa pulang.
Di Superindo saya menemukan ubi merah yang sehat, organik loh. Satu kilogram hanya Rp. 15.390, jauh lebih murah dibanding ubi-ubi lain.
Favorite saya Ubi ungu Kumara
Cocok untuk diet, kecantikan dan kesehatan.
Kumara ubi ungu (produksi Bionic Farm Organic) memiliki tekstur lembut dan warna yang menarik sehingga cocok untuk hidangan pembuka, hidangan utama, hidangan pelengkap atau hidangan penutup.
Selain itu, ubi ungu bisa mengontrol gula darah (cocok untuk penderita diabetes)
Untuk yang sedang berdiet, ubi ungu mengandung trispin inhibitor yang bisa mengendalikan nafsu makan. Juga mengandung glutathion yang merupakan antioksidan.
Ubi ungu juga berfungsi sebagai anti kanker, karena mengandung anthocianin
Ubi Ungu bisa di rebus, dikukus, dipanggang, dibakar, digoreng juga untuk membuat kue.
Ubi ungu bisa dibuat aneka kue tanpa pewarna tambahan, karena warganya sudah sangat menarik.
Ubi ungu Kumara ini 100 persen bebas pestisida dan pupuk kimia. Karena itu, ubi ini wajib rutin saya berikan untuk Si Kin (9bulan)
Informasi lebih lengkap bisa di www.bionicorganicfarm.com
No comments:
Post a Comment