Tuesday, 11 November 2014

Marmalad Morin : Mad About Marmalade

Selai yang pertama saya kenal, ya Morin. 
Meski kemudian saya mengenal rupa-rupa merk selai, lidah saya sudah jatuh cinta  ke Morin. 
Dan  dari semua produk Morin, favorite saya adalah Morin rasa Orange Marmalade (Jeruk Marmalad). Rasanya jerukkkk banget. Alami bangettt. 

Apalagi jika dioles ke roti, lalu dibakar hingga roti kuning renyah..hmmmm..aroma jeruknya akan makin menguar menggugah selera.


Marmalad yang dibuat di Bekasi Jawa Barat (PT Astaguna Wisesa) ini, benar-benar membuat saya penasaran dengan bahannya.
Lalu apa dan darimana sih  Marmalad?
Marmalad  terbuat dari sari dan kulit buah citrus. Saat dimakan ada kombinasi rasa manis, agak asam, dan sedikit pahit dengan tekstur kulit jeruk yang kenyal. Marmalad selalu menambahkan potongan buah, kulit buah (biasanya jeruk) di dalamnya. Tekstur marmalad juga tidak pekat  karena buah yang digunakan (jeruk) tidak mengandung banyak ampas/pati

Dengan kata lain, marmalad adalah makanan yang diawetkan seperti jeli berisi potongan buah jeruk dan kulitnya. Pertama kali tercatat di Inggris pada awal abad ke-16. Diambil dari bahasa Portugis “marmelo” yang berarti buah-buahan. Aslinya marmelade dibuat dari dari buah dan bahasa Portugis “Marmelada” berarti selai buah.

Marmalad dikembangkan pertama kali pada tahun 1561 oleh ahli fisika dari Mary, Ratu Skotlandia. Ketika ia mencampurkan jeruk dan gula kasar untuk mengobati mabuk lautnya. Pada akhir abad 18 di Skotlandia, James Kellier membawa sejumlah besar jeruk yang dibelinya di Spanyol dengan harga yang murah. Ternyata jeruk tersebut rasanya sangat pahit. Karena tidak bisa dijual dia membawanya pulang dan diberikan pada istrinya. Sang istri membuat eksperimen di dapurnya dan jadilah marmelade yang kita kenal saat ini.


Hmmmm...ternyata sejarahnya seru juga ya

Bikin roti bakar isi marmalad yuk....pastinya pakai Morin



 

No comments:

Post a Comment